Lakukan 6 Cara Ini untuk Pencegahan DBD


Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti yang berkembang di dekat pemukiman.

Ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi dengan virus dengue, maka virus akan memasuki nyamuk. Ketika nyamuk yang terinfeksi kemudian menggigit orang lain, virus memasuki aliran darah orang itu. Sehingga, DBD tidak menular dari orang ke orang.

Banyak orang tidak mengalami tanda-tanda awal selama mengalami kasus demam berdarah ringan. Gejala biasanya dimulai 4-10 hari setelah Anda digigit oleh nyamuk yang terinfeksi. Tanda dan gejala demam berdarah yang paling sering terjadi meliputi:
• Demam tinggi hingga 41 derajat celsius
• Sakit kepala
• Nyeri otot, tulang, dan sendi
• Nyeri atau rasa sakit di bola mata
Beberapa kasus, DBD juga memiliki gejala:
• Ruam atau bintik merah pada kulit
• Mual dan muntah
• Perdarahan kecil dari gusi atau hidung walau jarang

Kebanyakan orang sembuh dalam seminggu atau lebih. Bila gejala berlanjut tanpa mendapat penanganan khusus dari dokter, pembuluh darah seringkali menjadi rusak dan bocor. Jumlah gumpalan sel trombosit dalam aliran darah juga menurun.

Hal tersebut dapat menyebabkan pendarahan dari hidung dan mulut, muntah terus-menerus, perdarahan di bawah kulit, hingga menyebabkan masalah pada paru-paru, hati, serta jantung.

Setelah sembuh dari demam berdarah, Anda memiliki kekebalan terhadap virus yang menginfeksi Anda, tetapi tidak berlaku untuk tiga virus demam berdarah lainnya.

Risiko terkena demam berdarah yang parah, juga dikenal sebagai demam berdarah dengue, akan semakin meningkat jika Anda terinfeksi untuk kedua, ketiga atau keempat kalinya.

Para peneliti masih mencari vaksin terbaik untuk mencegah demam berdarah. Jadi, untuk saat ini Anda bisa melakukan 6 cara berikut untuk pencegahan:

1. Jika Anda tinggal atau bepergian di daerah di mana demam berdarah dikenal atau sedang mewabah, cara terbaik untuk menghindari demam berdarah adalah dengan menghindari gigitan nyamuk.
2. Gunakan AC, jaring pada jendela maupun pintu masuk, serta kelambu. Ini sangat penting untuk menjaga nyamuk masuk ke ruangan.
3. Menjadwal ulang kegiatan di luar ruangan. Hindari berada di luar ruangan pada waktu subuh, sore, dan senja, ketika nyamuk lebih banyak keluar.
4. Memakai pakaian yang bisa melindungi kulit. Terlebih ketika Anda pergi ke daerah-daerah penuh nyamuk, seperti mengenakan kemeja lengan panjang, celana panjang, kaus kaki dan sepatu.
5. Gunakan obat nyamuk, baik yang disemprot pada ruangan atau dioleskan pada kulit. Untuk kulit Anda, gunakan penolak nyamuk yang mengandung setidaknya konsentrasi 10 persen DEET. Namun hindari penggunaan pada bayi atau anak yang kurang dari 3 tahun.
6. Mengurangi habitat nyamuk. Nyamuk yang membawa virus dengue biasanya tinggal di dalam dan sekitar rumah, berkembang biak di air yang tergenang. Mengurangi habitat tempat berkembang biaknya nyamuk bisa menurunkan populasi nyamuk.

Penulis: Ayunda Pininta
Editor : Bestari Kumala Dewi
Sumber: mayoclinic.com